Pertimbangan 1: Apa yang ingin anda lakukan dengan kamera?
- Apakah hanya ingin untuk merekam acara atau momen penting?
Kamera jenis poket (point and shoot) merupakan jenis yang cocok untuk anda. Kamera serba guna dan praktis mudah dibawa kemana-mana karena ukurannya yang cenderung mungil. Fitur yang tersedia semuanya serba otomatis sehingga memudahkan semua kalangan pengguna untuk berkonsentrasi hanya pada moment yang tepat untuk menjepret. Tipe ini sedemikian mungil, bahkan banyak yang dapat dimasukkan ke kantong.
- Apakah ingin fleksibilitas dalam bereksperimen dan tumbuh berkembang?
Bila pengguna ingin secara fleksibel mengubah setting seperti bukaan rana (aperture) atau kecepatan rana (speed), maka pilihan kamera poket (point and shoot) yang tipe advanced. Kamera ini menyediakan banyak fitur manual dalam ukuran yang kompak, sekaligus semua fitur otomatis yang banyak dijumpai di kamera poket. Sebuah kompromi bagi pengguna yang menginginkan ukuran kompak, simple dan praktis, tetapi memungkinan kreativitas pengguna untuk berkembang.
- Apakah ingin mempunyai foto yang sempurna secara artistik?
Bila ini yang diinginkan, maka sistem SLR (single lens reflex) kamera adalah yang sesuai dengan anda. Kamera SLR memberikan kekuasaan penuh untuk mengontrol kamera secara manual, sekaligus juga mampu bekerja secara otomatis. Kamera tipe ini juga memungkinkan pengguna untuk mengganti bermacam-macam jenis lensa seperti lensa sudut lebar (wide angle) yang mampu merekam sekelompok orang dalam ruangan yang terbatas, ataupun lensa tele yang mampu merekam anak-anak yang sedang bermain di seberang lapangan bola.
Pertimbangan 2: Memilih resolusi (megapixel) dan panjang zoom
Kamera digital memakai titik-titik kecil yang dinamakan pixel untuk mencipta warna, dan makin kecil titik warna tersebut, makin baik foto itu akan terlihat. Jumlah titik-titik itu dihitung dalam megapixel.
Berapa megapixel yang akhi butuhkan? Itu tergantung pada bagaimana akhi ingin menggunakan foto tersebut. Untuk keperluan fotografi, paling tidak kita butuhkan 200 pixel per inchi (200 ppi). Jadi untuk sebuah 4×6 cetak foto, maka diperlukan 800×1200 pixel sudah memenuhi kebutuhan. Untuk mencetak foto berukuran 11×14 maka akhi akan memerlukan gambar berukuran 2200×2800 pixel, atau kira-kira 6 megapixel kamera.
- Foto untuk bertukar email atau foto cetak: Carilah rentang 3 sampai 4 megapixel kamera. Foto-foto snapshot dapat dicetak di rumah, atau lewat jasa online, atau di took-toko farmasi semacam Cosco, Rite-Aid, dlsb., atau supermarket semacam Wallmart atau Sam’s Club. Saya sendiri berlangganan Sam’s Club yang menawarkan jasa yang murah. Dalam perkembangan teknologi, bahkan kamera beresolusi lebih tinggipun sudah tersedia dengan harga relative murah.
- Memperbesar Foto: Carilah paling tidak kamera berukuran paling tidak 5 sampai 6MP. Pada rentang ini akhi dapat membuat perbesaran foto dengan kualitas professional sampai 11” x 17” untuk dipasang di dinding ruang tamu. Selain itu, meng-crop foto masih bisa dilakukan tanpa kehilangan kecemerlangan gambar.
- Merekam keindahan alam dengan kamera anda: Pertimbangkan kamera berukuran 7-megapixel atau lebih. Sang fotografer dapat melakukan apa saja dengan kamera beresolusi setinggi ini. Keleluasaan ini memungkinkan kreativitas fotografer dalam arti mampu membuat foto berukuran besar dan leluasa melakukan teknik cropping.
Zoom
Kamera digital mempunyai dua macam zoom, yaitu digital dan optikal. Zoom optikal jauh lebih berguna dan penting dibandingkan dengan zoom digital karena kita dapat mendekatkan objek gambar tanpa kehilangan kualitas secara signifikan. Zoom digital dapat mendekatkan kita ke objek gambar, tetapi kita akan kehilangan detil dan kecemerlangan gambar. Untungnya, zoom digital tidak akan bekerja sebelum zoom optikal mencapai zoom terjauhnya.
Seberapa panjang optikal zoom yang anda butuhkan?
Pertanyaan ini hanya dapat dijawab oleh anda sendiri, karena tergantung pada tipe foto yang anda sukai.
- Bila anda menyukai foto keluarga, carilah zoom pendek saja seperti 1x to 4x. Kita dapat memperoleh kamera zoom ini dalam ukuran poket.
- Bila anda adalah seorang soccer-mom atau soccer-dad dan ingin mengambil foto close-up dari pinggir lapangan, carilah kamera dengan zoom optikal or 5x atau lebih.
- Bila anda suka dengan foto nature seperti pegunungan sekaligus suka dengan foto hewan, maka carilah kamera dengan zoom 10x or 12x optical zoom. Tentu saja kamera dengan zoom ini berukuran besar dan berat, juga relatif mahal.
Perlu ditambahkan bahwa zoom dengan rentang besar seperti lebih dari 4x memerlukan jumlah gelas lensa lebih banyak, dan sebagai konsekuensinya banyak hal-hal teknis yang harus dikompromikan. Untuk itu bagi akhi yang suka dengan foto-foto nature, pertimbangkanlah untuk membeli kamera SLR. Alasannya, dengan kamera ini kita dapat mengganti lensa.
Untuk fotografer puritan, mereka lebih suka lensa bukan zoom, yang lebih dikenal sebagai lensa prime, contohnya lensa berukuran 20mm, 24,mm, 35mm, 50mm, 105mm, 200mm, 300mm, dan seterusnya. Lensa ini mempunyai lebih sedikit gelas lensa di dalamnya sehingga efek-efek negatif akibat mutu gelas dapat dikurangi. Zoom yang disukai oleh fotografer tipe ini adalah zoom pendek seperti 20-35mm, 28-70mm, atau yang lebih panjang 70-200mm. Zoom optikal yang sangat panjang seperti 28-200mm atau 28-300mm sangat ringan dan enak dipakai tetapi kualitas gambar juga akan menurun tajam. Maaf untuk tambahan yang berpanjang-panjang dalam hal kamera SLR, dan insyaAllah akan dilanjutkan di artikel yang lain saja.
Step 3: Pilih ukuran tercocok dengan gaya hidup anda
Ada sebuah adagium lama dalam fotografi, kamera yang bagus adalah kamera yang dibawa. Adagium ini dibawa akibat di jaman film, kamera serius berukuran besar dan berat. Akibatnya seringkali fotografer kehilangan kesempatan memotret karena kameranya ditinggal di rumah. Serius fotografer kadang harus membawa kamera saku yang dianggap bagus, contohnya adalah Yashica T4 Super yang sudah hilang dari peredaran 4 tahun lalu, atau Olympus Stylus Epic (di luar AS dikenal sebagai Olympus Mju). Kedua kamera saku ini bukanlah kamera zoom, dan dianggap memenuhi syarat oleh fotografer serius.
Di era digital, hari-hari dimana lebih besar adalah lebih baik sudah lewat. Banyak kamera bagus tersedia dalam ukuran mini yang dapat masuk ke saku baju.
- Jika anda menyukai peralatan “canggih”, tetapi suka bepergian sambil harus menenteng backpack berisi diaper atau botol susu, carilah kamera berukuran mungil.
- Jika anda menyukai kamera yang enak di tangan dengan fitur lengkap, carilah kamera berukuran sedang.
- Jika anda menginginkan kamera SLR atau kamera dengan zoom optikal besar, besar kemungkinannya anda akan harus membeli kamera berukuran besar.
Perlu dipertimbangkan bahwa kamera berukuran besar belum tentu nyaman dipegang, demikian pula sebaliknya ukuran mini juga belum tentu mudah dipegang. Kamera yang terlalu mungil untuk sebagian fotografer tidak memenuhi syarat karena sulit untuk dikontrol. Penulis sendiri tidak menyukai kamera yang terlalu mungil karena penulis termasuk orang yang percaya bahwa kamera yang hanya dipegang oleh satu tangan akan berkemungkinan besar menghasilkan gambar buram. Bagaimanapun juga semua tergantung pada gaya hidup dan preferensi seseorang. Teknik memegang kamera insyaAllah akan disampaikan di artikel terpisah.
Step 4: asesoris yang harus didapat
Setelah anda menentukan kamera pilihan, anda perlu membeli beberapa asesoris yang diperlukan.
- Memory card: Carilah 256MB kartu memori untuk kamera beresolusi sampai 4 megapixels, 512MB untuk 5-6 megapixels dan 1GB untukr 7+ megapixel kamera.
- Peralatan cetak: Fitur terpenting dari fotografi digital adalah anda dapat mencetaknya di rumah. Sebuah printer foto memungkinkan anda untuk menyambungkan kamera langsung ke printer dan mencetak 4” x 6” foto hanya dengan menekan sebuah tombol—komputer PC tidak diperlukan. Jangan lupa pula dengan kertas foto dan tinta printer.
- Batere: Kamera digital menggunakan banyak tenag, sehingga carilah batere yang dapat diisi ulang (rechargeable batteries). Bilapun kamera anda sudah menyertakan batere, dapatkan ekstra batere sehingga anda selalu mendapatkan cadangan dan tidak perlu menunggu batere yang harus diisi ulang.
- Tas: Jangan lupa untuk mencari tas yang cocok untuk kamera dan ekstra batere, kartu memori, dan asesoris lain.
- Tripod: Pada banyak kesempatan, kita perlu mempergunakan tripod. Misalkan bila ingin mengambil foto pemandangan pada suasana matahari terbenam atau matahari terbit, foto malam, foto berkecepatan rendah, ataupun foto sekeluarga dengan diri sendiri. Kadang memang kita tidak percaya bila diambilkan oleh orang lain.
(FNU brawijaya)